Jumat, 06 November 2009
Selasa, 27 Oktober 2009
puisi cinta.............

Sendiri ku berdiri disini
Di sudut pojok ruang hati
Mencari-dan terus mencari
Tanpa tahu apa yang ingin dicari
Hanya bisa merasakan
mencoba mencari kejujuran
Dalam rasa yang terus bergelora tak berkawan
Atas hati yang terus berkinginan
Tak ada angin berhembus
Membuat peluh mengalir menembus
Membawa sebuah kerinduan yang tak bertepi
Selalu hadir dalam hidup sepi
Biar, biarkan aku menata ruang di hati
Karena tak sedikit inginku atas cinta ini
Menggurat membekas di dalam nurani
Terus berbisik dan menyapa meyakini
Bagai gerimis turun malam hari
Menyapu jejak luka
Membangkit memberi pesona
Atas suatu keinginan diri
Seorang yang kusayangi
Terimakasih ku atas semua ini
Kau telah miminjamkan ku sayap
Biar ku coba terus terbang merayap
Mengantarkan ketulusan cinta yang termiliki
Dalam Perenunganku, Mencoba merasakan cinta
Diposting oleh oQy di 20.40 0 komentar
Minggu, 04 Oktober 2009
hidup....

hidup....
aph iaaaa....
penting b6t low qta bza jlanin'a dgn baik,,
n' bkal adi 6a6 pnting low tha 6a6 bza jlanin dgn baik...
huuufff......
pngen bgt bza adi yg t'baik wat ortu..
ituw adlh hal yg wat akuw sneng,,,,
i lahf uuuuu...
Diposting oleh oQy di 21.38 0 komentar
Minggu, 06 September 2009
Kata-Kata Bijak
.jpg)
Alam Yang Maha Besar
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Alam yang maha besar akan menolong orang yang ingin menolongi dirinya sendiri.
Alam yang maha besar tidak akan menolong orang yang mencampakkan dirinya sendiri.
( Jakarta, Snake Year )
Api Terbesar, Air Tersegar
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Api yang terpanas, adalah api kemarahan.
Air yang tersegar, adalah air kasih sayang.
( Jakarta, Tiger Year )
Bagaikan Angin dan Api
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Pikiran dan kesadaran, bagaikan angin dan api.
Akan memadamkan yang kecil, tetapi dapat membangkitkan yang besar.
( Jakarta, Dragon Year )
Berapa Kelahiran, Kehidupan, dan Kematian
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Berapa kelahiran yang telah kita alami.
Berapa kehidupan yang telah kita jalankan.
Berapa kematian yang telah kita hadapi.
Semua bagaikan mimpi di siang hari bolong.
Semua laksana gelembung di atas air.
( Singapore, 1st Day of Golden Dragon Year)
Dua Pembinaan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Ada dua cara pembinaan spiritual dalam kehidupan ini. Satu adalah ehilangan hati nurani, dan yang lainnya memperbesar hati nurani.
( Jakarta, Tiger Year )
Karma
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Karma baik akan menuntun para mahluk kembali ke Asalnya.
Tetapi karma buruk akan menuntun para mahluk menjauhi asalnya.
( Jakarta, Tiger Year )
Keberhasilan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Keberhasilan Kehidupan bukan diukur dari apa yang berhasil kita dapatkan, tetapi jauh lebih berharga bila kita dapat memahami makna kehidupan yang sesungguhnya.
( Jakarta, The Year of Dragon).
Memaafkan Atau Menghukum
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian XI -: Wisnu Prakasa")
Adalah lebih mudah memaafkan daripada menghukum, karena dengan memaafkan bearti kita telah melepas segala kemelekatan pikiran.
Demikian orang lain akan menjadi lebih berbahagia, terbebaskan dari beban kemelekatan pikirannya.
Dengan menghukum, berarti kita telah menimbulkan penderitaan dan kemelekatan pikiran. Diri sendiri dan orang lain akan menjadi menderita, terpedaya oleh beban kemelekatan pikirannya.
Penderitaan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Penderitaan akan hilang dimakan waktu, tetapi Pencerahan Agung akan abadi selamanya, Karena Pencerahan Agung tidak pernah dilahirkan atapun meninggal.
( Jakarta, The Year of Dragon).
Mimpi
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Mimpi adalah bayangan pendamping tidur, Demikian pula pikiran yang membayangi dan mendampingi kesadaran.
Alam mimpi tidak mutlak dalam alam kehidupan.Demikian pula gambaran pikiran adalah tidak mutlak bagi kesadaran.
( Jakarta, The Year of Dragon).
Menerima dan Memaafkan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual - Wisnu Prakasa")
Sangat mudah untuk menerima, tetapi jauh lebih sulit untuk memaafkan.
( Jakarta, The Year of Dragon).
Diposting oleh oQy di 02.39 3 komentar
Label: liburan
Maryam Stories

BUNDA MARYAM
Untuk mengetahui peristiwa kelahiran Nabi Isa as dapat diperoleh informasinya dari ayat berikut, "(Ingatlah) ketika Malaikat (dahulu) berkata kepada Maryam," Hai Maryam, Allah menggembirakan engkau (dengan kelahiran) seorang putera yang diciptakan) dengan titah ( "Kun", "jadilah") dari-Nya, bernama Al-Masih Isa Putra Maryam. Ia seorang terkemuka di dunia dan di akhirat serta merupakan salah satu di antara hamba-hamba Allah yang didekatkan kepada-Nya." (QS.Ali Imran: 45)
Islam mengenal Al-Masih dengan nama Isa Putra Maryam berdasar firman Allah tersebut. Yang hendaknya menjadi kebanggaan kaum ibu di seluruh dunia, Isa as dinasabkan Allah kepada Ibunya, Maryam bukan kepada ayah sebagai lazimnya seorang wanita yang disucikan dan dipilih Allah dari seluruh wanita di dunia.
Mengenai kelahiran Maryam, al-Qur'an menjelaskan kepada kita sebagai berikut: "(Ingatlah ketika istri Imran berkata, "Ya Tuhanku, kunadzarkan kepada-Mu anak yang dalam kandunganku ini menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat (pada baitul Maqdis). Karena itu terimalah nadzarku ini. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui..."
"Ketika istri Imran melahirkan anaknya iapun berucap: Ya Tuhanku, aku melahirkan seorang anak perempuan! Allah lebih mengetahui anak yang dilahirkannya itu, dan anak lelaki tidak seperti anak perempuan(selanjutnya ia berkata): Ia kuberi nama Maryam dan ia beserta anak keturunannya kuperlindungkan kepada-Mu dari godaan (syetan) yang terkutuk."
"Tuhan menerima nadzarnya dengan baik. Tuhan mendidiknya dengan baik dan menjadikan Zakaria pemelihara (anak perempuan itu, Maryam). Tiap Zakaria masuk ke dalam mihrab (ruang khusus untuk beribadah) hendak bertemu dengan Maryam , ia selalu mendapati makanan di sisi anak perempuan itu. Zakaria bertanya, "Hai Maryam, dari mana engkau memperoleh makanan itu?" Maryam menjawab, "Makanan itu dari Allah! Allah memberi rezki kepada siapa saja yang dikehendaki tanpa penghitung-hitung." (QS. Ali Imran:35-37)
Sebagaimana banyak diriwayatkan, kisah keibuan Maryam benar-benar mengesankan. Beliau sosok wanita yang menghadapi ujian hidup sangat berat. Dia dilahirkan di tengah keluarga yang taat kepada agama dan dari ayah yang ternama di kalangan Bani Israil (Kaum Yahudi).
Ayah Maryam wafat ketika ia masih anak-anak. Ketika diadakan undian untuk menentukan siapa yang akan mengasuh Maryam, pilihan jatuh pada Zakaria, suami bibi Maryam yang juga dikenal sebagai seorang Nabi.
Sejak usia remaja Maryam sangat tekun beribadah kepada Allah di dalam mihrab. Sebagaimana yang dinadarkan ibunya, Maryam rajin mengabdikan diri di rumah peribadatan. Ia tumbuh menjadi wanita shaleh. Ia dijaga oleh Allah dan dipilih untuk mengemban amanat rahasia kekuasaan Ilahi.
Pada suatu hari datanglah informasi yang sangat mengejutkannya. Bahwa atas perkenan Allah Dia akan menitipkan seorang utusan lewat rahim Maryam yang terpelihara dari noda dan dosa. Tentu saja Maryam sangat terkejut dan ketakutan mendengar berita Ilahi yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepadanya. Ia menengadah ke langit seraya berucap dengan penuh tarharu, "Bagaimana aku akan mempunyai anak, sedang selama ini tidak pernah ada seorang manusia pun yang menyentuh diriku, lagi pula aku bukanlah wanita jalang!" Namun Malaikat menjawab, "Demikianlah, Tuhanmu telah berfirman: Hal itu mudah bagi-Ku (anak itu) akan kami jadikan tanda kekuasaan Kami bagi ummat manusia dan (juga) sebagai rahmat dari Kami. Ia itu merupakan soal yang menjadi ketetapan Allah."
Pada akhirnya Maryam berserah diri kepada kehendak Allah yang telah menjadi suratan takdir-Nya. Tidak lama kemudian setelah itu ia merasakan janin yang di dalam kandungannya mulai bergerak-gerak. Pada saat itu ia mulai merasakan hinaan dari kaumnya.
Ia berusaha menghindarkan diri dari berbagai tuduhan yang menyakitkan itu dengan pergi ke suatu tempat. Ketika saat bersalin sudah tiba, ia bersandar pada pohon kurma, kemudian ia melahirkan di sebuah kandang ternak. Pada saat kritis itu ia berucap, "Alangkah baiknya kalau aku mati sebelum ini dan diriku dilupakan orang!"
Akan tetapi keshalehan dan kesucian Maryam yang sudah diakui masyarakat selama ini tidak dapat mencegah makian dan cercaan semua orang yang menyaksikan Maryam telah melahirkan seorang anak lelaki. Semua celan, cemoohan, gangguan, kebencian, cacian dan fitnah tersebut diterima Maryam dengan tabah dan sabar.
Namun sebagai manusia ia memiliki juga keterbatasan. Maka untuk menghindari dari semuanya itu ia pergi ke Mesir. Ia tinggal di sana selama 10 tahun, hidup dengan bekerja memintal kapas dan memunguti butir-butir gandum sisa panen. Pekerjaan itu ia lakukan sambil menggendong putranya, Isa Al-Masih. Kasih sayang Maryam kepada puteranya Isa as tercurah hingga Al-Masih menerima wahyu Ilahi pada usia 30 tahun.
Menyangkut keduanya al-Qur'an menjelaskan, "Kami jadikan dia (Maryam) dan puteranya sebagai tanda (kekuasaan dan kebesaran-Ku bagi alam semesta."
Diposting oleh oQy di 02.22 1 komentar
Label: liburan


.jpg)